Upaya Penyelamatan Mamalia Laut Terdampar dari Bali

with No Comments
[Barmawi] Sebagaian orang Indonesia beranggapan bahwa untuk dapat menjumpai ‘ikan’ paus atau lumba-lumba harus pergi ke daerah berlintang tinggi – dekat dengan Kutub Utara atau Selatan. Namun ternyata mamalia laut tersebut pada waktu-waktu tertentu dapat dijumpai dengan mudah di perairan Indonesia, diantaranya di Kepulauan Komodo, Kepulauan Raja Ampat, dan Kepulauan Solor-Alor. Bahkan di Lamalera, sebuah kampung di bagian Selatan Pulau Lembata (dulu bernama Lomblen), Kepulauan Solor menjadikan berburu ‘ikan’ paus sebagai sebuah tradisi yang diwarisi secara turun-temurun sejak dulu kala. Mamalia laut tersebut ternyata memiliki musim migrasi rutin setiap tahun melintasi perairan Indonesia, terutama di wilayah Timur Indonesai.

terdampar (2)Dalam bermigrasi, melintasi ribuan kilometer lautan lepas, ada sebagian dari mamalia laut tersebut terdampar di pantai di jalur migrasi yang mereka lewati. Penyebabnya dimungkinkan antara lain infeksi, kelaparan, polusi, trauma, terganggu suara (sonar), alga beracun, cuaca yang tidak normal, atau tertelan sampan. Dengan demikian, apabila terjadi peristiwa terdamparnya mamalia laut, dapat menjadi indikator awal adanya kerusakan lingkungan. Kajian lebih rinci memang harus dilakukan untuk dapat menyimpulkan demikian.

Kejadian terdamparnya mamalia laut ini dapat menimpa satu individu mamalia laut, masif (banyak), atau kejadian luar biasa (mati dan terdamparkan sejumlah besar mamalia laut). Diantara mamalia laut yang terdampar dapat dipilah menjadi beberapa katagori, yaitu 1) hidup, 2) sekarat, 3) hampir mati, 4) mati, dan 5) terurai oleh mikroorganisme. Untuk katagori 1 maka hendaknya ada upaya untuk mengembalikan mamalia laut tersebut ke tengah laut atau ke lokasi pemulihan untuk dikembalikan ke laut setelah pulih. Jika kondisinya sudah mati maka dilakukan nekropsi (pembedahan) untuk pengambilan sampel.

Upaya penanganan mamalia laut terdampar membutuhkan pengetahuan dan ketrampilan khusus serta kerjasama berbagai pihak yang berkompeten dan memiliki wewenang. Dari sini dapat diketahui bahwa pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, masyarakat, perguruan tinggi harus bekerja sama untuk dapat melakukan penanganan terhadap mamalia laut yang terdampar dengan baik. Upaya ini telah diinisiasi kembali oleh Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan dengan mengadakan sosialisasi pembentukan gugus tugas penanganan mamalia laut terdampar termasuk pelatihan/prakteknya di lapangan dengan simulasi. Kegiatan dilakukan di Sanur Bali tanggal 1-2 Mei 2013. Bali dipilih sebagai lokasi kegiatan karena telah memiliki pengalaman lebih daripada daerah lain.

terdampar (7) Dalam pembentukan gugus tugas penanganan mamalia laut terdampar, Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar disepakati berperan sebagai koordinator di wilayah Provinsi Bali. Di dalamnya terdapat unsur dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Bali, Universitas Udayana, Polair, dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat seperti Conservation International (CI), The Nature Conservancy (TNC) Bali, Coral Triangle Center (CTC), Nusa Dua Reef Foundation (NDRF), dan Balawista. Sistem komunikasi diantara unsur-unsur tersebut diatas harus terbangun secara rapi dan handal sehingga kejadian terdamparnya mamalia laut yang dapat terjadi secara tiba-tiba dapat ditangani secara cepat dan baik.

Sesi praktek penanganan mamalia laut yang terdampar merupakan sesi yang paling menarik dalam kegiatan ini. Praktek simulasi penanganan mamalia laut diawali dengan menggunakan peraga lumba-lumba plastik (boneka), kemudian dengan menggunakan tubuh salah satu peserta yang dilakukan di kolam dan di Pantai Sanur. Pengetahuan tentang fisiologi dan anatomi mamalia laut harus dimiliki oleh para penyelamat mamalia laut terdampar. Ada bagian-bagian tertentu yang rawan terhadap patah, ataupun bagian kulit yang senantiasa harus dalam keadaan lembab/basah. Dari pengalaman praktek simulasi ini, disadari bahwa upaya penyelamatan mamalia laut membutuhkan koordinasi yang sangat baik, baik ketika diketahui adanya mamalia laut terdampar atau pada saat penyelamatan di lapangan.

BPSPL Denpasar akan berupaya semaksimal mungkin untuk dapat berkontribusi positif dalam penanganan mamalia laut terdampar.

terdampar (3) terdampar (4) terdampar (5)  terdampar (6) terdampar (8) terdampar (1)

LINK

www.whalestrandingindonesia.com

putuliza.blogspot.com

Leave a Reply