Tahapan lanjutan RZWP3K Karangasem

with No Comments

Tahun ini, kegiatan penyusunan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) di Kabupaten Karangasem memasuki tahap tindak lanjut. Tahun sebelumnya, 2012, kegiatan penyusunan RZWP3K telah menghasilkan dokumen awal yang terdiri dari buku data dan analisis, buku draf rencana, album peta, profil wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, dan peta rencana. Dokumen awal ini akan dievaluasi dan disempurnakan oleh Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) – Denpasar pada tahun ini melalui beberapa kali rapat pokja dan konsultasi publik. Diharapkan pada akhir kegiatan akan dihasilkan dokumen final yang salah satu tambahan isinya adalah rancangan peraturan daerah (perda) RZWP3K.

Tahap tindak lanjut telah dimulai dengan koordinasi BPSPL Denpasar dengan instansi terkait, yaitu Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Peternakan, Kelautan dan Perikanan (DPKP). Dalam koordinasi disepakati hal-hal penting untuk mensukseskan kegiatan ini. Instansi terkait di daerah akan mendukung kegiatan ini hingga selesai. Kekurangan data dan informasi terkait dengan penyusunan dokumen RZWP3K dapat dicari di masing-masing instansi terkait. Setelah koordinasi, kegiatan yang segera dilaksanakan adalah rapat pokja untuk membahas dokumen awal yang telah dibuat pada tahun sebelumnya.

rp1ksmTanggal 28 Februari 2013 yang lalu, telah dilaksanakan kegiatan rapat pokja yang membahas tentang dokumen awal RZWP3K. Kegiatan ini dibuka oleh Ibu Kadek Aryawati (Kasi P2HP-DPKP). Beliau menyampaikan bahwa penyusunan dokumen RZWP3K adalah sangat penting bagi daerah dalam rangka untuk membangun wilayah pesisir. Beliau juga menyampaikan terima kasih banyak kepada Pemerintah atas dukungannya bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Karangasem untuk segera memiliki perda RZWP3K. Selanjutnya disampaikan paparan tentang dokumen awal RZWP3K oleh Bapak M. Barmawi dengan pengantar Bapak Achmad Jaelani (BPSPL Denpasar). Dalam diskusi yang dilangsungkan setelah pemaparan terungkap bahwa masih ada beberapa isu penting wilayah pesisir yang belum diungkap secara lebih detil seperti abrasi dan penanggulannya, perubahan penggunaan lahan dari non pariwisata menjadi pariwisata, rencana pembuatan stasiun pengisi bahan bakar umum (SPBU) di atas laut, dan lokasi kawasan suci (pura) yang terdiri dari 4 pura Sad Kahyangan dan 19 pura Dang Kahyangan.

Saran dan masukan dari Pokja akan ditindaklanjuti oleh tim BPSPL Denpasar untuk menyempurkan dokumen RZWP3K. Disamping itu juga ada data dan informasi baru terkait wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang harus dimasukkan dalam dokumen RZWP3K. Kelanjutan kegiatan ini berikutnya adalah konsultasi publik, yaitu memaparkan dokumen RZWP3K hasil perbaikan dari rapat pokja kepada pemangku kepentingan WP3K yang lebih luas. Diharapkan dengan konsultasi publik ini, hal-hal penting langsung dari masyarakat dapat terakomodir dalam dokumen RZWP3K.

Leave a Reply