Sumba Tengah, Kabupaten di Pulau Sumba – NTT menyusun RZWP3K

with No Comments

Mungkin sebagian orang Indonesia, ketika ditanya dimana lokasi Kabupaten Sumba Tengah, tidak dapat menunjukkan lokasi kabupaten ini dengan tepat.

Ya…Kabupaten Sumba Tengah (klik untuk melihat peta lokasi) memang merupakan kabupaten baru yang dibentuk pada tahun 2007, diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 22 Mei. Kabupaten Sumba Tengah terdapat di Pulau Sumba, sebelah selatan Kepulauan Komodo (Flores), Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dalam usianya yang baru lewat balita (6 tahun), Kabupaten Sumba Tengah tengah berupaya menyusun Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K). Dokumen RZWP3K yang nantinya berupa peraturan daerah merupakan dokumen penting yang sangat dibutuhkan oleh pemerintah daerah dalam pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Di dalam perda RZWP3K termuat rencana struktur ruang dan pola ruang WP3K yang merupakan arahan pembangunan di wilayah pesisir. Pemerintah daerah dalam melaksanakan pembangunan mengacu pada dokumen ini untuk mengoptimalkan pencapaian tujuan pembangunan daerah.

Penyusunan RZWP3K Kabupaten Sumba Tengah difasilitasi oleh Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar pada tahun 2013 ini. Tahapan yang akan dilakukan yaitu sosialisasi dan pembentukan Kelompok Kerja (POKJA) RZWP3K melalui Surat Keputusan (SK) Bupati, beberapa kali rapat POKJA dan pembahasan dokumen, pengumpulan data serta analisis, dan konsultasi publik.

sutim1Kegiatan sosialisasi pembentukan POKJA telah dilakukan pada tanggal 26 April 2013 di kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sumba Tengah. Acara dibuka oleh Kepala DKP, Bapak Umbu Tonga sekaligus menyampaikan dukungan dan harapan pemerintah daerah terhadap suksesnya kegaitan ini. Kabupaten Sumba Tengah saat ini telah memiliki dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang ditetapkan dalam peraturan daerah no. 1 tahun 2011. Dalam kegiatan sosialisasi ini juga disampaikan paparan tentang pengelolaan sumberdaya pesisir dan pulau-pulau kecil yang disampaikan oleh Kepala BPSPL Denpasar, Ir. Ikram M. Sangadji, M.Si. Dalam paparan ini disampaikan bahwa perencanaan wilayah pesisir yang salah satunya adalah perencanaan zonasi merupakan alat pembangunan yang penting bagi pemerintah daerah. Dengan adanya perda RZWP3K pemerintah daerah dapat mengelola sumberdaya pesisir dengan lebih terarah dan kepastian hukum yang kuat. Disamping itu, Pemerintah juga akan memberikan perhatian lebih kepada pemerintah daerah yang telah memiliki dokumen tersebut.

Dalam sesi diskusi setelah pemaparan, muncul beberapa isu penting terkait dengan pengelolaan WP3K Kabupaten Sumba Tengah, yaitu:

  • Wilayah pesisir Kabupaten Sumba Tengah terdiri dari dua wilayah yang terpisah, yaitu wilayah pesisir Utara dan wilayah pesisir Selatan. Wilayah pesisir Utara memiliki karakteristik pantai yang relatif lurus, landai dan lebih panjang daripada wilayah pesisir Selatan. Sementara itu, wilayah pesisir Selatan selain lebih pendek, topografinya berbukit, pantai terjal dan berbatu.
  • Perlunya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Meskipun memiliki potensi kelautan dan perikanan yang cukup tinggi, tapi masyarakat masih belum memanfaatkan secara optimal.
  • Sebagian wilayah pesisir Kabupaten Sumba Tengah masuk dalam wilayah Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Laut Sawu. Dengan demikian tentunya penyusunan RZWP3K perlu memperhatikan kebijakan yang telah disusun dalam KKP Laut Sawu.

 

 

Leave a Reply