Siaran Pers : Hiu Paus Mati Terdampar Di Pantai Kenjeran Surabaya

with No Comments

Siaran Pers

Seekor Hiu Paus (Ryncodon typus) di temukan mati terdampar oleh masyarakat di pantai Bulak Nambangan, Keluarahan Kedungcowek, Pantai Kenjeran Surabaya Timur. Hiu Paus tersebut terjerat jaring pada bagan ambai teri nelayan yang berada di sekitar Pantai Kenjeran, Surabaya. Demikian disampaikan Ikram M Sangadji, Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan laut (BPSPL) Denpasar, Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Ikram menambahkan bahwa pihaknya melakukan mengkonfirmasi tambahan yang didapatkan dari masyarakat bahwa ada 1 ekor hiu paus pada saat yang sama dapat dilepaskan dari jaring bagan tersebut oleh nelayan.

Hiu Paus yang mati terjerat jaring bagan ambai ditarik ke arah pantai Nambangan menggunakan tali bagan dengan diikatkan ke tubuh. Dan hasil pengukuran morfometri, panjang hiu paus adalah 7 meter, lebar 1,7 meter, lebar mulut 2,2 meter, panjang sirip 92 cm, lebar sirip 95 cm, panjang ekor 1,67 meter dan lebar ekor 1,74 meter berada pada posisi 7.221976 LS dan 112.78712 BT. Tim melakukan pengambilan sampel jaringan tubuh sebagai data genetik (DNA) yang berguna dalam penyusunan kebujakan pengelolaan hiu paus di Indonesia. Terhadap bangkai hiu paus tersebut, tim melakukan penguburan bangkai sesuai dengan SOP dan kondisi di lapangan.

Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut (KKHL) Kementerian Kelautan dan Perikanan Agus Dermawan mengatakan bahwa Hiu Paus merupakan ikan hiu berikuran besar dan dilindungi secara penuh oleh Pemerintah Indonesia melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18 Tahun 2013. Sebagai ikan dilindungi, penangannya harus mengacu pada pedoman penanganan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Hiu paus merupakan jenis yang jinak pemakan plankton dan teri atau yang disebut filter feeder.

Banyaknya hiu paus yang ditemukan mati terdampar terutama di Pantai Kenjeran mendapatkan perhatian yang serius oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Besarnya interaksi terhadap alat penangkap ikan merupakan salah satu ancaman terhadap kematian hiu paus. Penggunaan bagan tancap di sekitar Pantai Kenjerann pada musim penangkapan teri yaitu bulan September-November setiap tahunnya menjadi perhatian dalam pengelolaan perikanan tangkap diwilayah tersebut. “Perlu adanya rencana zonasi perairan laut (regulasi), pengaturan wilayah serta modifikasi alat penangkap ikan yang dapat mengantisipasi jebakan pada ruaya hiu paus, sehingga penanganan terhadap hiu paus yang terperangkap dapat menjadi pilihan solusi untuk meminimalisir terjadinya kematian terhadap ikan tersebut”, pungkas Agus.

 

Dari data BPSPL Denpasar, pada tahun 2015 terdapat 3 kejadian hiu paus mati yaitu : 1 hiu paus mati terjebak di saluran pendingin PLTU Paiton pada 2 Februari 2015, 1 ekor hiu paus mati di Kedungcowek Surabaya dan 1 ekor mati di Pantai Kenjeran Surabaya. Sebagian nelayan di wilayah Kenjeran, telah mendapatkan pelatihan penanganan hiu paus terdampar oleh BPSPL Denpasar pada bulan April 2015 sehingga mengetahui teknik penanganan yang baik. BPSPL Denpasar bekerjasama dengan relawan dan POKMASWAS serta warga setempat melakukan koordinasi penanganan di lapangan mengacu pada pedoman umum penanganan hiu paus Kementerian Kelautan dan Perikanan. [Narasumber : Agus Dermawan, Direktur KKHL KKP; Ikram M Sangadji Kepala BPSPL Denpasar]

 

Jakarta, 26 Oktober 2015

Plt. Sekretaris Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

 

 

Ir. Sri Atmini, M.Sc

Leave a Reply