Pentingnya Perlindungan Jenis Ikan Terancam Punah

with No Comments
[Tiwi] Pemanfaatan biota laut yang dilindungi dan terancam punah masih marak terjadi di kota-kota kecil di Indonesia, termasuk di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jenis-jenis ikan yang dilindungi yang masih dimanfaatkan di Kabupaten Sumba Timur ini seperti penyu, lumba-lumba, hiu, napoleon, dan karang hidup. Hal ini diakui oleh Markus Windi, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumba Timur, dalam materinya pada kegiatan Bimbingan Teknis Pengenalan Jenis Ikan Dilindungi yang diselenggarakan oleh Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar di ruang meeting hotel Tanto – Waingapu, pada hari Kamis, 19 Juni 2014.

tiwi_jun14c tiwi_jun14a

Kegiatan bimbingan teknis ini dihadiri oleh perwakilan dari nelayan, pokmaswas, polres, TNI AL, LSM, Pers, dan utusan dari SKPD Sumba Timur seperti Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pariwisata, dan BLHD. Dalam kegiatan ini terungkap bahwa banyak yang belum mengetahui jenis-jenis ikan yang sudah dilindungi oleh pemerintah. Padahal perlindungan jenis ikan seperti penyu, paus, lumba-lumba, dan dugong sudah tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999. Kurang lebih 14 tahun sudah peraturan ini disahkan, namun ketika mengelilingi kota Waingapu, masih dijumpai telur penyu yang dijual bebas di pinggir jalan, dan masih banyak beredar souvenir seperti cincin dan gelang yang terbuat dari karapas penyu.

Terkait dengan penyu, para pembudidaya rumput laut di Sumba Timur mengeluhkan kehadiran penyu-penyu yang menjadi hama bagi rumput laut yang mereka budidayakan. Jenis ikan yang dilindungi ini biasanya memakan rumput laut milik pembudidaya hingga habis. Akibatnya, mereka mengalami kerugian, bahkan di Pulau Salura sudah tidak ada lagi aktifitas membudidayakan rumput laut akibat serangan penyu. Di satu sisi, rumput laut ini merupakan sumber penghasilan mereka, sedangkan di sisi lain penyu yang dianggap sebagai hama ini termasuk jenis hewan yang dilindungi oleh pemerintah.

Penyu hijau memang merupakan salah satu jenis hama makro yang sering ditemui menyerang rumput laut. Cara menanggulangi serangan penyu hijau terhadap rumput laut sebenarnya dapat dilakukan dengan melindungi areal budidaya dengan jaring. Pengalaman pembudidaya di Sekotong, Lombok Barat, bahwa pemakaian metode rakit apung dengan jarak tanam antar tali ris yang rapat mampu mencegah serangan hama penyu hijau.

Dalam diskusi kegiatan bimbingan teknis pengenalan jenis ikan ini, Kabid Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan menyampaikan bahwa populasi penyu di Sumba Timur semakin banyak karena seringnya sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah dan pokmaswas tentang perlindungan penyu. Ketika penyu terlindungi, maka populasinya naik, tetapi dengan naiknya populasi penyu ini malah menjadi hama bagi masyarakat pembudidaya rumput laut.

Melihat fenomena yang terjadi di Pulau Salura ini, kita tidak bisa hanya memandang dari satu sisi saja. Banyak hal yang dapat membuat populasi penyu hijau ini tiba-tiba menjadi sangat banyak dan merugikan para pembudidaya rumput laut. Jika kita melihat dari sisi ekologis, sesungguhnya alam ini sudah mempunyai mekanisme untuk mengatur keseimbangannya sendiri. Terjadinya ledakan populasi penyu hijau, mengindikasikan keseimbangan alam terganggu, bisa jadi karena hilangnya atau menurunnya jumlah predator penyu hijau si pemakan rumput laut ini. Salah satu predator penyu di laut adalah ikan hiu. Seperti kita ketahui bahwa ikan hiu ini beberapa tahun terakhir merupakan komoditas yang banyak dicari untuk dimanfaatkan siripnya. Harga sirip ikan hiu kering bisa dihargai jutaan rupiah. Tidak heran jika populasi ikan hiu di alam semakin berkurang, padahal ikan hiu merupakan penyeimbang ekosistem terutama dalam rantai makanan. Jika jumlah hiu berkurang maka akan terjadi ledakan populasi hewan-hewan yang berada di bawahnya, dan hal ini dapat merugikan kita sendiri, seperti yang terjadi di Pulau Salura.

Semoga dengan kegiatan Bimbingan Teknis Pengenalan Jenis Ikan ini akan menambah pemahaman para nelayan, pokmaswas, aparatur daerah, dan masyarakat akan jenis-jenis ikan yang dilindungi dan manfaatnya bagi keseimbangan ekosistem perairan, serta manfaatnya bagi perekonomian, dan kehidupan sosial budaya kita.

tiwi_jun14d tiwi_jun14b

Leave a Reply