Pengusaha Perikanan Di Bali Mendapatkan Sosialisasi SOP Pemberian Rekomendasi Sirip Hiu

with No Comments

Regulasi Jenis Ikan di Bali

Sejak diterbitkan pada tanggal 2 Maret 2015, SOP (Standar Operasional Prosedure) Nomor 20 dan 21 Tahun 2015 tentang pemberian rekomendasi sirip hiu, segera disosialisasikan oleh BPSPL Denpasar. Bertempat di ruang pertemuan BPSPL Denpasar pada hari Selasa 24 Maret 2015 di Jalan By Pass Prof Ida Bagus Mantra Bali, dilaksanakan sosialisasi tersebut kepada perusahaan perikanan dan stakeholder terkait. Hadir dalam pertemuan tersebut dari PT Bali Tuna Segar, CV Bali Aquatik, PT Bandar Nelayan, PT Pulo Mas serta perusahan besar lainnya yang berbasis di Pelabuhan Benoa Bali. Selain itu hadir Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, LPPMHP Bali, SHTI Pelabuhan Benoa PPN Pengambengan, BKIPM, PSDKP dan WWF Indonesia.

Hadir sebagai narasumber dalam sosialisasi tersebut adalah Bapak Setiono dari Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan, Bapak Made Sudarsana dari DKP Provinsi Bali, Bapak Permana Yudiarso dari BPSPL Denpasar dan Bapak Gathot Perdana dari BKIPM Kelas I Denpasar. Penerapan SOP ini untuk menghindarkan terjadinya peredaran jenis Hiu yang ditetapkan sebagai perlindungan penuh serta jenis hiu yang dilarang keluar dari wilayah Republik Indonesia sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 59 Tahun 2014. Jenis ikan yang dilindungi secara penuh oleh pemerintah yaitu : Hiu Gergaji (Prinstidae), Hiu Paus dan Ikan Pari Manta. Sedangkan 4 jenis hiu yang dilarang dikeluarkan dari wilayah negara Indonesia yaitu jenis 3 spesies hiu martil dan 1 spesies hiu koboi.

Sosialisasi SOP Nomor 20 dan 21 ini, mewajibkan setiap pengusaha yang akan melakukan ekpor sirip hiu utuh dan olah untuk mendapatkan rekomendasi dari UPT Ditjen KP3K yaitu Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL). Agar dipastikan bahwa produk hiu yang dikirim tersebut bukan merupakan jenis yang dilindungi, jenis yang dilarang keluar dari wilayah RI maupun yang bukan masuk kedalam appendiks CITES. Secara umum pengusaha perikanan dan stakeholder mendukung upaya tersebut agar treasibility produk tersebut terjaga, juga kepercayaan dunia internasional terhadap produk perikanan juga terjaga.

Leave a Reply