Pengembangbiakan Terumbu Karang Di Pantai Pandawa

with No Comments
[Yudist] Sepertinya kita sudah tidak asing lagi mendengar “Pantai Pandawa” – Bali. Destinasi wisata pantai ini memang sedang berkembang. Terletak di Desa Kutuh Kecamatan Kuta Selatan, pantai ini memiliki keunikan tersendiri sama halnya dengan pantai – pantai terkenal di Bali lainnya. Pemandangan ombak dari laut selatan, pasir putih dan tebing kapur yang menjulang merupakan ciri dari keunikan pantai ini. Namun tak banyak orang yang mengetahui bahwa akses menuju pantai ini dulunya tidak berupa jalan hotmix yang membelah bukit kapur. Jalan yang ada hanya sebatas jalan setapak yang digunakan para pembudidaya untuk menanam atau memanen rumput laut.

Pembukaan jalan menuju pantai pandawa sudah dirintis secara swadaya oleh masyarakat Desa Kutuh sejak tahun 1999 dan tuntas 10 tahun kemudian. Selain sebagai akses jalan bagi pembudidaya rumput laut, fungsi utama pembukaan jalan ini awalnya merupakan akses jalan untuk memudahkan masyarakat desa dalam melakukan berbagai ritual upacara keagamaan yang memang sudah melekat pada keseharian masyarakat Desa Kutuh. Akhirnya melalui berbagai pertimbangan pada tahun 2012 dibukalah “Pantai Pandawa” sebagai destinasi wisata baru di Bali.

Dibukanya destinasi wisata baru ini memberikan dampak sosial, ekonomi dan lingkungan yang signifikan. Masyarakat desa kutuh yang awalnya merupakan pembudidaya rumput laut, kini telah banyak beralih profesi menjadi penjual jasa dan perdagangan. Hal ini terlihat dari menjamurnya kois – kios penjaja makanan yang ada di pantai pandawa. Untuk menambah pilihan wisata berbasis konservasi, maka BPSPL Denpasar berinisiatif melakukan kegiatan pengembangbiakan jenis ikan berbasis masyarakat di Kelompok “Pesona Bahari”.

Selain kepada kelompok pelestari karang pesona bahari, sasaran kegiatan ini adalah masyarakat sekitar diluar kelompok dan para pengunjung pantai pandawa yang datang dan menyaksikan kegiatan ini. Adapun Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah ;

  1. Meningkatkan kesadaran peserta di bidang konservasi dalam rangka mewujudkan peran serta, tanggung jawab dan perhatian yang lebih besar terhadap kegiatan-kegiatan konservasi sumber daya ikan dan ekosistemnya.
  2. Meningkatkan kemampuan, pengetahuan, keterampilan, pemahaman, dan penghayatan mengenai prinsip-prinsip konservasi terhadap jenis ikan dan ekosistemnya sehingga  akan dapat menunjang keberhasilan kegiatan konservasi jenis ikan terutama terumbu karang.
  3. Mampu membawa perubahan terhadap tingkah laku, sikap dan cara berpikir ke arah yang lebih positif mengenai kegiatan konservasi sumber daya ikan dan ekosistemnya sehingga mau berperan aktif di dalamnya;

Dalam kegiatan ini diserahkan pula bantuan berupa 10 (sepuluh) set alat selam dasar yang terdiri dari fin, masker dan snorkle. Penyerahan bantuan diserahkan langsung kepada ketua kelompok “Pesona Bahari” I Wayan Letra yang disaksikan oleh Sekretaris Desa Kutuh. Harapannya bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin dalam upaya melakukan pengawasan dan pengelolaan ekosistem pesisir khususnya terumbu karang.

yudist_pandawa1yudist_pandawa2

Leave a Reply