Pembinaan Peredaran dan Pemanfaatan Jenis Ikan

with No Comments

mtrm-apr4[Asho] Kegiatan “Pembinaan Peredaran dan Pemanfaatan Jenis Ikan Dilindungi/tidak Dilindungi dalam Rangka Konervasi Jenis Ikan” merupakan salah satu rangkaian kegiatan Balai pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Satker/Wilker Mataram. Kegiatan ini dibuka oleh Kasubdit Pemanfaatan Jenis Ikan Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan, Ditjen KP3K, KKP Bapak Syamsul Bahri Lubis sekaligus sebagai narasumber. Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dari Tim Gugus Tugas sebagai audiens, bahwa peredaran dan pemanfaatan jenis ikan dilindungi diwilayah Nusa Tenggara Barat perlu dilakukan pengawasan lebih intensif secara bersama-sama. Hal ini bertujuan untuk menjaga kelestarian ekosistem biota laut sehingga tetap terjaga secara lestari. Tujuan dari konservasi jenis ikan adalah melindungi jenis ikan yang terancam punah, mempertahankan keanekaragaman jenis ikan, memanfaatkan sumberdaya ikan secara berkelanjutan.

Dalam pemaparan materi yang disampaikan oleh Bapak Samsul Bahri Lubis mengatakan bahwa Upaya konservasi kawasan dan jenis sangat penting untuk dilakukan sebelum terjadi kepunahan jenis dan kerusakan ekosistem. Lanjut menurut  Syamsul Bahri Lubis, Konvensi Cites Cop 16 yang dilaksanakan di Bangkok, Thailand menghasilkan keputusan penting yaitu memasukkan 5 jenis Hiu masuk dalam Appendiks II Cites dan Pari manta. Tindaklanjut yang dilakukan untuk melaksanakan keputusan COP 16 Cites yang harus disiapkan dalam 18 bulan kedepan adalah mensosialsasikan dan meningkatkan kapasitas petugas lapangan dalam mengidentifikasi produk-produk ekspor dari jenis Hiu dan Manta, melakukan kajian untuk penyusunan NDF jenis hiu dan pari manta (antisipasi problem look alike species), menyiapkan administrasi dan dokumen yang terkait.

mtrm-apr5Menurut Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Bapak Ikram M. Sangadji, Indonesia sebagai salah satu negara yang yang meratifikasi konvensi CITES, maka upaya perlindungan menjadi hal yang harus diperhatikan. Upaya pemanfaatan sumberdaya pesisir dan lautan diharapkan dapat memberi nilai ekonomi dan sosial bagi masyarakat khususnya dengan tetap memperhatikan aspek pelestarian ekosistem. Dari distribusi spesies biota laut yang dianggap terancam punah di NTB, perlu untuk diteliti lebih lanjut apakah spesies-spesies tersebut dapat dikategorikan sebagai spesies terancam punah atau populasi rendah/berkurang. Beberapa spesies yang potensial untuk dilindungi di NTB antara lain ikan napoleon, hiu martil, pari manta, kuda laut dan bambu laut.

Menjadi kewajiban setiap institusi di masing-masing daerah yang langsung terkait dengan bidang kelautan dan perikanan untuk ikut berperan dalam upaya perlindungan terhadap biota laut yang terancam punah agar tetap lestari. Harapannya seluruh permasahan terkait konservasi jenis ikan bisa menjadi perhatian kita bersama sehingga solusinya dapat kita tangani bersama.

Leave a Reply