Pelatihan Pertama Penyelamatan Mamalia Laut Terdampar di Jatim

with 1 Comment
[Gungs] Beberapa tahun terakhir, banyak dijumpai kematian beberapa jenis mamalia laut, seperti Hiu Paus di Kenjeran (2013) dan Dugong di Pulau Bawean (2012). Kejadian seperti ini ternyata terjadi juga di daerah lain, seperti di pesisir Pulau Bali. Kecenderungannya semakin hari semakin meningkat. Hal ini dapat menjadi petunjuk adanya masalah dengan pengelolaan laut kita. Pemerintah dan pihak-pihak terkait hendaknya segera mengambil langkah-langkah serius untuk meneliti dan menyiapkan antisipasi terhadap memburuknya kondisi yang ada. Peraturan perundangan telah mulai dibuat untuk melindungi jenis-jenis satwa aquatik yang terancam punah.

Penyebab terdamparnya mamalia laut belum diketahui secara pasti, beberapa diantaranya adalah : penggunaan sonar bawah laut dan polusi suara (seismik) yang mengganggu sistem navigasi, perburuan mangsa sampai ke perairan yang dangkal, karena terluka dan karena sakit. Kejadian pendamparan mamalia laut dan Hiu Paus di perairan Indonesia cukup sering terjadi, luasnya perairan Indonesia dan minimnya pengetahuan masyarakat dan pemerintah daerah tentang mekanisme penanganan mamalia laut dan Hiu Paus terdampar menyebabkan lambannya kegiatan penanganannya dan bahkan tidak jarang berakhir dengan kematian.

Oleh karena itu, BPSPL Denpasar pada tanggal 4 – 5 April memfasilitasi bimbingan teknis penanganan mamalia laut terdampar, yang diselenggarakan di Kabupaten Probolinggo. Dengan peserta dari berbagai elemen seperti DKP, BKSDA, Dinas Pariwisata, Pokwasmas, nelayan, maupun akademisi. Kegiatan dilakukan selama 2 hari, dan terbagi pada hari pertama, pembekalan materi yang disampaikan Kepala DKP Kab. Probolinggo tentang Keberadaan Hiu Paus di Kab. Probolinggo, Kasubdit Pemanfaatan Jenis Ikan Bpk Didi Sadili dengan judul Program Konservasi Hiu Paus, Kepala Seksi Program dan Evaluasi BPSPL Denpasar Bpk Yudi Yudiarso dengan judul Peran BPSPL dalam perlindungan jenis ikan dan Corservation of Indonesia (CI) Bpk I Made Jaya Ratha dengan judul Penanganan Hiu Paus Terdampar. Kegiatan tersebut disambut antusias seluruh peserta karena materi yang cukup manarik dan kesempatan langka, terutama oleh mahasiswa yang berasal dari Unbraw, Unair dan ITS. Selain adanya peningkatan pengetahuan tentang penanganan mamalia maupun Hiu Paus terdampar, poin yang paling penting, yaitu telah terbentuk jejaring penyelamatan mamalia laut dan Hiu Paus yang melibatkan semua elemen. Sedangkan untuk simulasi dan peragaan penyelamatan mamalia laut dan hiu paus dilaksanakan di Kolam Renang yang di pandu dari BPSPL Denpasar. Dengan diselenggarakananya kegiatan ini, diharapkan  penyelamatan Jenis-jenis Ikan yang terancam keberadaanya dapat lebih optimal khususnya Hiu Paus dan Mamalia Laut.

gungs-hiu2 gungs-hiu

One Response

  1. jefry
    | Reply

    minggu lalu ada hiu paus terdampar masuk ke kanal PLTU paiton dan tim penyelamatan sudah berusaha tetapi akibat sulitnya proses penyelamatan akhirnya paus itu pun mati..sangat disayangkan

Leave a Reply