Paus Ditemukan Mati di Perairan Selat Madura

with No Comments

Paus Kenjeran 28 Oktober 2014

Seekor paus dengan memiliki panjang 28 m ditemukan mati dan membusuk ditarik oleh nelayan ke Pantai Ria Kenjeran Surabaya pada tanggal 27 Oktober 2014. Informasi terkait terdamparnya paus ini berawal dari Ketua Pokmaswas Kenjeran kepada Tim BPSPL Denpasar Satker Surabaya pada tanggal 29 Oktober 2014. Saat itu juga, tim BPSPL Denpasar Satker Surabaya yaitu Agung Purwahidayat dan Febian Arya Darpito bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan identifiasi terhadap informasi yang diberikan. Dilaporkan bahwa berdasarkan hasil identifikasi di lapang adalah sebagai berikut :

Pengecekan dan identifikasi dilakukan pukul 11.00 WIB 29 Oktober tahun 2014 di pantai Kenjeran. Spesies tersebut masuk dalam golongan jenis Paus. Terlihat bahwa spesies dalam kondisi sudah mulai membusuk. Kepala dan rahang sudah terpisah, bagian ekor masih terlihat masih utuh, sedangkan daging seluruh tubuh rusak dan berbau.

Paus yang ditemukan tersebut termasuk dalam KODE 4 yaitu sudah terjadi pembusukan tingkat lanjut. Bangkai sudah sangat membusuk dan berbau serta masih dimungkinkan untuk mengambil sample untuk uji DNA. Paus tersebut memiliki panjang tubuh ± 27 – 28 m, panjang tulang rahang sisi bawah ± 6 m. Untuk jenisnya belum diketahui karena ikan sudah membusuk.

Diketahui bahwa masyarakat nelayan di Kenjeran memanfaatkan bangkai paus tersebut tanpa memperdulikan kesehatan. Masyarakat kurang memperdulikan bahwa spesies tersebut masuk dalam spesies yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia. Tidak semua masyarakat/nelayan memahami akan perlindungan jenis ikan yang dilindungi, mengingat bahwa selat madura bak ranjau bagi paus dan hiu paus. Blok-blok penangkapan sangat rapat, sehingga bukan mustahil, terjaringnya hiu paus ke depannya akan semakin sering.

Leave a Reply