Nelayan Lamongan Mendapatkan Sosialisasi Sop Hiu

with No Comments

Sosialisasi SOP di Lamongan

Setelah di Bali dan di Lombok Timur, sosialisasi SOP (Standar Operasional Prosedur) pemberian rekomendasi pemanfaatan hiu dilaksanakan di Jawa Timur. Tepatnya di kabupaten Lamongan yang merupakan salah satu sentra perikanan tangkap di Jawa Timur. Sosialisasi yang dilaksanakan pada 21 April 2015 ini diikuti oleh pelaku usaha perikanan, perwakilan HNSI, POLAIR, POSKAMLADU, Penyuluh Perikanan dan POKMASWAS serta secara langsung dibuka oleh Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong. Hadir memberikan arahannya adalah Bapak Ikram M Sangadji, M.Si Kepala BPSPL Denpasar.

Sosialisasi di Lamongan ini sangat penting, karena banyak pelaku usaha hiu berada di wilayah lamongan ini. Sehingga diharapkan pelaku usaha khususnya ikan hiu tidak terhambat aktifitas usahanya. Pada awalnya para pelaku usaha di Lamongan bingung dengan adanya regulasi tersebut, namun setelah diberikan pemahaman dan penjelasan terkait dengan jenis hiu yang diilindungi dan dilarang keluar dari wilayah Republik Indonesia. Selain BPSPL Denpasar, sosialisasi ini juga mengundang BKIPM Kelas I Surabaya I, PPN Brodong dan DKP Kabupaten Lamongan sebagai narasumber dalam sosialisasi tersebut.

Awalnya nelayan merasa keberatan bahwa 3 jenis hiu martil dan 1 jenis hiu koboi dibatasi perdagangannya, namun setelah adanya sosialisasi nelayan Lamongan mau menerima dan memahami adanya regulasi tersebut. Dengan adanya sosialisasi ini nelayan berharap pemanfaatan sumberdaya perikanan khususnya jenis hiu dapat dimanfaatan secara bertangung jawab dan berkelanjutan.

 

Leave a Reply