Mengantarkan Masyarakat Pulau Terluar Di Alor Berdaya Dan Mandiri (Bagian 2- Habis)

with No Comments
Pembinaan PPKT Alor
Pembinaan PPKT Alor

Antusias peserta kegiatan pembinaan PPKT Alor sangat besar. Kegiatan peningkatan ketrampilan yang salah satunya adalah pembuatan diversifikasi produk perikanan diikuti peserta dengan semangat dan serius. Peserta yang berasal dari Desa Tereweng, Pulau Langkuru dan Pulau Ternate sangat tertarik dengan hal ini. Mengingat mereka merupakan masyarakat pesisir yang dengan prasarana dan prasarana yang baru dibangun dapat meningkatakan perekonomian mereka. Selama ini hasil tangkapan ikan nelayan hanya diijual segar atau dijadikan ikan asin saja, dan ketika hasil tangkapan melimpah harga ikan akan turun. Namun seriring dengan dibangunnya PLTS terpusat tersebut, masyarakat dapat melakukan aneka diversifikasi terhadap hasil tangkapan ikan mereka. Dalam kegiatan tersebut peserta diajarkan bagaimana cara membuat bakso ikan, ikan pindang, nugget dan abon ikan. Ketrampilan yang merek dapatkan akan menjadi modal yang penting untuk peningkatan ekonomi masyarakat khususnya di pulau terluar,

Berawal dari program pemerintah membangun PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) di wilayah Kabupaten Alor yaitu di Pulau Ternate, Langkuru dan Pulau Tereweng, BPSPL Denpasar memberikan pendampingan pengelolaan bantuan sarana dan prasarana bagi masyarakat pulau terluar. Tanggal 13 – 14 November 2015, berlokasi di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Alor dilaksanakan kegiatan tersebut.Tentunya Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Alor sangat mendukung kegiatan tersebut. Masyarakat dari Pulau Ternate, Langkuru dan Pulau Tereweng sejumlah 45 orang diberikan ketrampilan dan wawasan bagaimana memanfaatkan bantuan sarana dan prasaran yang telah diberikan. Mereka dilatih oleh trainer bagaimana cara mengelola dan membentuk kelompok masyarakat yang kuat dan mandiri, mengelola PLTS secara baik, cara merawat serta memperbaiki kerusakan PLTS serta memberikan pengalaman dan keahlian masyarakat untuk mengembangkan diversifikasi produk perikanan. Tentunya dengan memanfaatkan bantuan sarana yang telah diberikan, mereka mampu melakukan hal tersebut.

Ikram M Sangadji, kepala BPSPL Denpasar berharap bahwa kegiatan ini menjadi pemicu aktifitas perikanan di wilayah pulau terluar sehingga memberikan manfaat yang positif bagi kemajuan di pulau terluar. Pendampingan seperti ini sangat penting dilakukan agar sarana dan prasarana yang telah dibangun di pulau terluar tersebut efektif, berdaya guna dan bermanfaat bagi peningkatan ekonomi masyarakat khususnya masyarakata perikanan. Secara geografis Kabupaten Alor terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan batas-batas administrasi daerah adalah sebelah Utara berbatasan dengan Laut Flores, sebelah Selatan berbatasan dengan Selat Ombay, sebelah Timur berbatasan dengan Selat Wetar dan Perairan Republik Demokrat Timor Leste. Kabupaten Alor memiliki luas wilayah darat  2082,58 km² dan luas wilayah perairan 10.773,62 km². Kabupaten Alor adalah merupakan tipologi wilayah kepulauan yang terdiri dari 15 buah pulau, 9 pulau diantaranya berpenduduk yaitu Pulau Alor, Pulau Pantar, Pulau Pura, Pulau Tereweng, Pulau Buaya, Pulau Ternate, Pulau Kangge, Pulau Kepa dan Pulau Kura, serta 6 pulau lainnya tidak/belum berpenduduk yaitu Pulau Kapas, Pulau Lapang, Pulau Batang, Pulau Rusa, Pulau Kambing dan Pulau Sika.

Leave a Reply