Masyarakat Lembata Antusias Mengikuti Bimtek Penanganan Mamalia Laut Yang Terdampar

with No Comments
Bimtek Penanganan Mamalia Laut Terdampar di Kabupaten Lembata

Terbatasnya akses dan ketakutan ditolak oleh masyarakat, tidak menyurutkan langkah Tim BPSPL Denpasar untuk menularkan pengalaman dalam penanganan mamalia laut yang terdampar di Kabupaten Lembata. Ketika Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lembata, membuka secara resmi acara tersebut terbayar lunas keraguan yang awalnya muncul. Masyarakat sangat antusias dan mendukung kegiatan Bimtek Penanganan Mamalia Laut Yang Terdampar di Kabupaten Lembata. Bertempat di ruang Pertemuan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lembata 21 Mei 2015, kegiatan ini diikuti oleh 35 peserta yang berasal BKKPN Kupang, BAPPEDA, DKP Kabupaten Lembata, BLH, TNI AL, KP3 Laut, BPBD, Dinas PU, LSM Gempita, WWF, Dinas Pertanian dan Kehutanan, Kepala Desa Todanara, DISBUDPAR dan nelayan.

Wilayah perairan Kabupaten Lembata merupakan salah satu jalur penting dan utama migrasi mamalia laut. Sumber dari Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan (Dit-KKJI KKP) jenis mamalia laut di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur adalah sebagai berikut : Grampus griseus, Tursiops truncatus, Stenella attenuate, Stelella longirostris, Logenodelphis hosel, Dugong dugon, Orcinus orca, Globicephala macrorhyncus, Physeter macrocephalus, Kogia simus, Balaenoptera edeni, Balaenoptera musculus, Feresa attenuate, dan Peponocephala electra.

Kegiatan ini dipandu oleh Tim Instruktur BPSPL Denpasar. Terdapat dua sesi kegiatan dalam pelatihan tersebut : sesi pertama adalah pemberian teori di ruang dan praktikum di lapang. Teori di ruang meliputi (1). Kebijakan Penanganan Mamalia Laut Terdampar; (2). Informasi umum mamalia laut dan kejadian terdampar di Indonesia serta kunci identifikasi spesies; (3). Panduan penyelamatan mamalia laut yang terdampar; (4). Aspek Kesehatan dalam penyelamatan mamalia laut terdampar. Pada kesempatan tersebut, beberapa peserta menyampaikan pengalaman mereka dalam proses penyelamatan 5 Paus Biru yang terperangkap di Teluk Waienga Lembata. Beberapa upaya disampaikan meliputi upaya menggiring paus keluar teluk serta membuat suara penghalang agar paus tidak masuk ke dalam teluk lagi. Beberapa hambatan dalam penanganan juga disampaikan yaitu terkait dengan ukuran mamalia laut tersebut yang luar biasa besar.

Dalam pertemuan tersebut juga dibentuk Jejaring Penanganan Mamalia Laut Terdampar di Kabupaten Lembata yang melibatkan instansi terkait. Pembentukan tim tersebut diharapkan dapat meminimalkan kasus terdampar serta upaya cepat tanggap terhadap penanganan mamalia laut terdampar di Kabupaten Lembata. Tim BPSPL Denpasar juga memberikan praktikum lapang yang meliputi cara mengidentifikasi dan menentukan kode terdampar; cara menyelamatkan mamalia yang terdampar tunggal dan massal, cara memindahkan mamalia terdampar ke lokasi lain untuk dilepas, serta teknik-teknik lainnya dalam penanganan mamalia laut terdampar.

 

Leave a Reply