Masyarakat Dan Stakeholder Di Lombok Timur Antusias Ikut Pelatihan Penanganan Mamalia Laut Terdampar

with No Comments

Mamalia Laut Lotim Training

Cuaca yang panas di Kecamatan Keruak, Lombok Timur tidak menyurutkan semangat masyarakat dan stakeholder terkait untuk ikut pelatihan penanganan mamalia laut yang terdampar. Kegiatan tersebut dilakukan pada hari Rabu – Kamis tanggal 22-23 April 2015, bertempat di Balai Desa Ketapang Raya, Kecamatan Keruak Kabuputen Lombok Timur. Pelatihan yang dilakukan di lokasi tersebut dirasa tepat karena pada beberapa bulan sebelumnya terjadi kejadian mamalia laut terdampar (jenis paus) di Teluk Jukung yang masuk ke dalam wilayah Desa Ketapang Raya. Dari informasi masyarakat, BPSPL Denpasar memperoleh tambahan data kejadian mamalia laut/hiu paus terdampar dimana hampir setiap tahun terjadi kejadian terdampar di Kabupaten Lombok Timur, umumnya paus.

Kegiatan yang dipandu oleh Ibu Sekar Mira (Pusat Penelitian Oseanografi-LIPI), Ibu Pariama Hutasoit (Nusa Dua Reef Foundation/Whale Stranding Indonesia) dan Tim dari BPSPL Denpasar berjalan baik dengan diikuti 35 peserta. Hadir dalam kegiatan tersebut adalah Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Timur, Penyuluh Perikanan, Pokmaswas/KPPL, TNI AL, Pol Air, Loka Pengembangan Bioindustri Laut LIPI Mataram, Universitas 45, Satuan kerja PSDKP NTB serta Tokoh Masyarakat. Terdapat dua sesi kegiatan dalam pelatihan tersebut : sesi pertama adalah pemberian teori di ruang dan praktikum di lapang. Teori di ruang meliputi (1). Kebijakan Penanganan Mamalia Laut Terdampar; (2). Informasi umum mamalia laut dan kejadian terdampar di Indonesia serta kunci identifikasi spesies; (3). Panduan penyelamatan mamalia laut yang terdampar; (4). Aspek Kesehatan dalam penyelamatan mamalia laut terdampar. Selain itu juga dibentuk Jejaring Penanganan Mamalia Laut Terdampar di Kabupaten Lombok Timur. Sedangkan pada hari kedua dilakukan praktikum di lapang yang bertempat di Pantai Teluk Jukung. Praktikum tersebut meliputi cara menyelamatkan mamalia yang terdampar tunggal dan masal, cara memindahkan mamalia terdampar ke lokasi lain untuk dilepas, serta teknik-teknik lainnya dalam penanganan mamalia laut terdampar.

Selama pelatihan, peserta sangat antusias dalam memahami pelatihan tersebut. Mereka juga berharap adanya ketegasan dari penegak hukum apabila ada pelanggaran terkait dengan jenis ikan yang dlindungi oleh pemerintah Republik Indonesia khususnya terhadap mamalia laut dan hiu paus yang telah dilindungi secara penuh oleh pemerintah. Hal yang menarik dari pelatihan ini diantaranya adanya awiq-aqiq setiap kecamatan di Lombok Timur yang melarang penangkapan paus, lumba-lumba, duyung dan penyu yang diawasi oleh masing-masing Kelompok Pengelola Perikanan Laut (KPPL) selaku Pokwasmas setempat.

Leave a Reply