Kapal Kandas Tidak Menyurutkan BPSPL Denpasar Dalam Transplantasi Karang Di Pulau Seraya Besar Manggarai Barat (Bagian 1)

with No Comments
Penyampaian Arahan Kerala BPSPL Denpasar Kepada Peserta
Penyampaian Arahan Kerala BPSPL Denpasar Kepada Peserta

Kapal yang ditumpangi oleh Tim BPSPL Denpasar termasuk Kepala BPSPL Denpasar Ikram M Sangadji kandas di perairan Pulau Seraya Besar Kabupaten Manggarai Barat. Perjalanan menuju ke Pulau Seraya Besar dengan menggunakan kapal kayu tersebut memakan waktu 1 jam perjalanan. Akhirnya dengan dengan menggunakan sampan kecil milik masyarakat Pulau Seraya Besar tim BPSPL Denpasar termasuk dari Dinas Kelautan dan Perikanan Manggarai Barat berhasil menjejakkan kaki di Pulau Seraya. Pulau Seraya Besar merupakan salah satu pulau berpenduduk di Kabupaten Manggarai Barat yang menjadi tujuan kegiatan pengembangbiakan jenis ikan (transplantasi karang) BPSPL Denpasar. Terumbu karang yang rusak akibat bom dan penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan menjadi latar belakang mengapa kegiatan dilaksanakan di lokasi ini.

Kegiatan pengembangbiakan jenis ikan (transplantasi karang) ini didahului dengan pemberian materi ruang dan pengarahan dari Kepala BPSPL Denpasar dan Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan manggarai Barat. Teknis dan cara transplantasi karang disampaikan oleh Yunaldi dari LINI. “Jangan gunakan bom, jangan gunakan bom dan jangan gunakan bom” begitulah Ikram M Sangadji Kepala BPSPL Denpasar memberikan arahannya kepada peserta. Karena bom itulah yang membuat terumbu karang di Pulau Seraya Besar yang awalnya bagus namun saat ini telah hancur. Menangkap ikan yang baik adalah dengan cara yang ramah lingkungan, tidak memakai bom dan potasium. Karang sebagai rumah ikan hancur dan tangkapan ikan semakin menurun. Ikram juga menyerahkan 15 set alat selam dasar yang digunakan untuk memantau transplantasi karang dan menjaga agar tutupan karang di Pulau Seraya Besar meningkat.

Pulau Seraya Besar termasuk pantai berpasir putih dan pantai terjal. Berdasarkan analisis citra landsat tutupan lahan terdiri dari : Mangrove dengan luas 1,68 Ha; Padang lamun dengan luas 21,14 Ha;  Terumbu karang dengan luas 241,56 Ha; Pasir dengan luas 10,76 Ha; Belukar pantai dengan luas 32,55 Ha; Semak dengan luas 19,13 Ha; Lahan terbuka/semak/rumput/ alang-alang dengan luas 658,40 Ha. Ekosistem terumbu karang di Pulau Seraya Besar termasuk kategori buruk sampai sedang dengan prosentase tutupan karang hidup sebesar 25% dan 40%. Bentuk pertumbuhan karang yang umum dijumpai di Pulau Seraya Besar adalah Acropora Branching (ACB), Acropora Submassive (ACS), Acropora Digitate (ACD), Coral Massive (CM), Coral Submassive (CS), Coral Foliose (CF), Coral Mashroom (CMR), dan Coral Heliopora (CHL). Komponen karang lunak (Soft Coral) ditemukan dengan prosentase tutupan sebesar 50% dan 30%. Komponen penyusun substrat dasar lainnya yang tercatat adalah algae, karang mati dan komponen abiotik seperti bongkahan batu (Rock) dan pasir (Sand) (KKP 2012). [hnc]

Leave a Reply