Kabupaten Lembata : Tangkap Penyu Itu Melanggar Aturan

with No Comments
Pembinaan Peredaran dan Regulasi Jenis Ikan di Kabupaten Lembata

“Tangkap Penyu Itu Melanggar Aturan” Betul, itulah judul dari Kupang Pos yang terbit pada tanggal 22 Mei 2015 yang mengulas mengenai kegiatan BPSPL Denpasar di Kabupaten Lembata. Lembata merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki keanekaragaman hayati luar biasa. Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lembata merupakan rangkaian kegiatan pembinaan regulasi dan peredaran jenis ikan sekaligus memberikan sosialisasi ke stakeholder, dan masyarakat mengenai jenis ikan yang dilindungi oleh Pemerintah Republik Indonesia. Selain perlindungan penyu, dalam kegiatan tersebut juga mensosialisasikan perlindungan paus, hiu paus serta jenis ikan lainnya yang telah dilindungi oleh pemerintah.

Mengambil telur penyu, sesunguhnya telah melanggar aturan undang-undang. Apalagi menangkap, mengkonsumsi atau menjual penyu. Demikian Kepala BPSPL Denpasar Ir. Ikram M Sangadji, M.Si ketika memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Seringnya penangkapan terhadap penyu ini membuat populasi di alam semakin menurun dan terancam punah. Kegiatan yang dibuka secara langsung oleh Kepala DKP Kabupaten Lembata tersebut dihadiri oleh kepala desa, instansi terkait, TNI AL, KP3 serta tokoh masyarakat. Selain Kepala BPSPL Denpasar yang menyampaikan sosialisasi perlindungan jenis ikan, Kepala Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (SKIPM) El Tari Kupang juga memberikan pemaparan tentang peredaran jenis ikan. Tidak ketingalan pula Kabid Pengawasan DKP Kabupaten Lembata memberikan sosialisasi mengenai pengawasan terhadap kegiatan di wilayah pesisir. Diharapkan bahwa dengan adanya kegiatan tersebut akan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan jenis ikan yang terancam punah dan langka.

Selain memerikan sosialisasi di kantor DKP Kabupaten Lembata, Kepala BPSPL Denpasar, Ir. Ikram M Sangadji, M.Si juga memberikan sosialisasi langsung kepada POKMASWAS di Loang Desa Duawutun, Kecamatan Nagawutun. Di sepanjang pantai Loang ini merupakan nesting site penyu jenis penyu hijau dan penyu sisik. Kepada Pak Ado Ketua POKMASWAS setempat, Kepala BPSPL Denpasar menyampaikan bahwa mengambil, mengkonsumsi dan menjual penyu atau telurnya adalah menggar undang-undang. Mereka biasa menangkap penyu dengan menggunakan alat yang biasa mereka sebut bedil. Masyarakat setempat seringkali masih melakukan hal tersebut karena belum mengetahui bahwa penyu dilindungi oleh undang-undang. Pak Ado berjanji akan mensosialisasikan kepada mayarakat di kampungnya agar tidak lagi menangkap penyu dan menjual telurnya.

Leave a Reply