Coral Triangle Day (CT-Day)

with No Comments

ct-day1[Asho] Perayaan Coral Triangle Day (CT-Day) tahun 2013 dilaksanakan secara serentak di 6 (enam) negara anggota CTI (Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Kepulauan Solomon dan Timor Leste). Di Indonesia rangkaian kegiatan coral triangle day dipusatkan di Pantai Loang Baloq, Mataram-Nusa Tenggara Barat. Kegiatan coral triangle day bertemakan “Bersama selamatkan hidup laut melalui gerakan bersih pantai dan laut”. Hal ini didasari trend meningkatnya kerusakan wilayah pesisir dan menurunnya keanekaragaman ekosistem laut yang salah satu penyebab utama adalah pencemaran sampah. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menggugah kesadaran masyarakat dan berbagai pihak akan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem laut dengan tidak membuang sampah di laut..

Perayaan CT-Day berlangsung dari tanggal 8 – 9 Juni 2013, dibuka oleh Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan Sudirman Saad. Sejatinya kegiatan ini akan dihadiri dan dibuka secara langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI, akan tetapi beliau diminta oleh Presiden kembali ke Jakarta untuk mengikuti upacara pemakaman Ketua MPR RI Taufik Kemas sehingga memberikan instruksi kepada Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil untuk membuka kegiatan CT- Day tersebut.

Menteri Kelautan dan Perikanan dalam sambutannya yang dibacakan oleh Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil mengatakan peringatan CT-Day kali ini merupakan kegiatan di tahun kedua. Tujuannya, untuk membangkitkan kesadaran masyarakat tentang penyelamatan biota laut dan eksosistemnya. ‘’Mari kita selamatkan biota laut dari sampah akibat belum optimalnya pengelolaan sampah baik di hulu maupun hilir, sampah plastik merupakan salah satu sumber utama kerusakan biota laut’’ kata Sudirman Saad.

Dalam kesempatan ini Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil juga berkesempatan meresmikan SPDN (Solar Packed Dealer untuk Nelayan) di Ampenan, Mataram sekaligus berdialog secara langsung dengan nelayan setempat. Menurut DIRJEN KP3K Sudirman Saad, pendirian SPDN ini bertujuan untuk mengurangi beban nelayan kecil melalui penyediaan BBM bersubsidi. Untuk memperketat pengawasan penyaluran BBM solar, akan menggunakan metode distribusi tertutup. Artinya, hanya nelayan yang terdata di masing-masing PPI dan dinas perikanan setempat yang dapat dilayani SPDN. Di luar itu, tidak diperkenankan membeli solar dengan harga subsidi.

Peserta CT-Day Bersih pantai Tanam vegetasi pantai Tanam vegetasi pantai

Leave a Reply