BPSPL Denpasar Go To School : Generasi Muda Peduli Konservasi (Bagian 1)

with No Comments
BPSPL Denpasar di SD Negeri 3 Pering Gianyar Bali
BPSPL Denpasar di SD Negeri 3 Pering Gianyar Bali

Generasi muda adalah penopang masa depan bangsa yang harus dipersiapkan dengan baik. Sebanyak 47 siswa kelas V dan VI SD Negeri 3 Pering, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar mengikuti pembelajaran tentang konservasi jenis ikan. Pembelajaran tersebut disampaikan oleh Hendra Setiawan, S.St.Pi dan A.A. Gde Candra Wirabrata, S.St.Pi penyuluh perikanan BPSPL Denpasar. Mereka sangat antusis dan bersemangat mengikuti pembelajaran konservasi jenis ikan tersebut.

Pemahaman dan perubahan perilaku terhadap pelestarian lingkungan hidup berkaitan dengan peran pendidikan lingkungan. Dengan pendidikan lingkungan hidup dapat ditumbuhkan kesadaran dan perubahan sikap dan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Segmen ini dipandang strategis sebagai sasaran pendidikan lingkungan hidup adalah anak pada usia dini. Pada masa usia dini perlu dikenalkan dan ditanamkan nilai-nilai mencintai dan menyenangi lingkungan hidup, sehingga dalam diri mereka terbentuk sikap peduli terhadap lingkungan hidup. Mereka diharapkan menjadi generasi yang sadar lingkungan. Pembelajaran tersebut dilakukan dengan media berupa bahan tayang, tentang pengenalan konservasi, jenis/biota laut yang dilindungi serta bagaimana melakukan upaya Konservasi tidak hanya Perlindungan, tetapi juga Pemanfaatan secara berkelanjutan untuk generasi yang akan mendatang. Selain dengan memberikan poster dan hadiah, dilakukan pula permainan yang berupa kuis dan lomba menggambar tentang keindahan alam pesisir dan biota bawah laut.

Di sekolah, penanaman nilai-nilai lingkungan hidup terhadap anak tidak selamanya menjadi beban kurikulum apalagi menambah jam pelajaran. Pembiasaan anak terhadap lingkungan sekolah atau kelas yang bersih, sanksi dan penghargaan kepada anak, panutan guru dan situasi bermain yang bernuansa lingkungan menjadi bagian dari strategi pembelajaran lingkungan hidup. Lingkungan keluarga, orang tua dan teman bermain di rumah menjadi bagian dari pola pembentukan sikap peduli anak terhadap lingkungan hidup. Orang tua menjadi panutan atau idola bagi anak, jika orang tua meminta anaknya membuang sampah pada tempatnya, maka orang tua juga harus melakukan hal yang sama. Lingkungan bermain bagi anak dapat dikembangkan guna mengantarkan anak ke situasi yang menyenangkan baginya. Perubahan perilaku dan sikap anak terhadap lingkungan diharapkan dapat tumbuh melalui sentuhan media dan suasana bermain Sesuai amanat UU No. 31/2004 Jo 45/2009 tentang perikanan, dan PP 60 TAHUN 2007 mengisyaratkan pada konservasi sumberdaya ikan agar ditujukan untuk menghasilkan manfaat yang sebesar-besarnya, dikelola secara terpadu dan terarah, disertai upaya perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan Sumberdaya Ikan, termasuk ekosistem, jenis dan genetik untuk menjamin keberadaan, ketersediaan dan kesinambungannya dengan tetap memelihara dan tetap meningkatkan kualitas nilai dan keanekaragaman Sumberdaya Ikan.

Leave a Reply