Blue Economy, Solusi Pengelolaan Sumberdaya Alam

with No Comments

Menurut catatan sejarah, konsep Ekonomi biru bermula dari inisiasi penelitian emisi nihil (Zero Emissions Research Initiatives/ZERI) oleh Universitas PBB (Tokyo) pada tahun 1994. Kemudian dibentuklah Yayasan ZERI yang bertujuan untuk mencari solusi permasalahan kehidupan di Bumi berdasarkan prinsip-prinsip yang diberikan oleh alam (natures design). Tim ZERI bekerja memilah dan memilih teknologi alami yang telah ada. Hasilnya terdapat 100 ide teknologi alami yang dapat diterapkan untuk menggantikan teknologi yang sudah ada, yang kurang ramah terhadap lingkungan. 100 ide tersebut dijelaskan dalam sebuah buku berjudul “The Blue Economy: 10 years – 100 innovations – 100 million job” (Ekonomi Biru: 10 tahun – 100 inovasi – 100 juta lapangan kerja).

Prinsip-prinsip Ekonomi Biru adalah sebagai berikut:

  • Solusi adalah yang utama dan didasarkan terutama pada aspek fisik.
  • Ganti sesuatu dengan tanpa sesuatu.
  • Sistem alami menghasilkan makanan, barang dan energi. Sementara sampah tidak ada.
  • Alam berevolusi dari sedikit spesies menjadi beraneka ragam.
  • Alam memberikan ruang bagi pewirausaha untuk melakukan banyak dengan modal sedikit.
  • Gravitasi adalah sumber energi utama, sedangkan matahari adalah bahan bakar ke dua yang dapat diperbarui.
  • Air adalah bahan pelarut utama.
  • Di alam yang tetap adalah perubahan. Inovasi terjadi setiap saat.
  • Alam hanya bekerja dengan yang tersedia secara lokal.
  • Alam hanya menyediakan kebutuhan dasar yang kemudian berkembang dari cukup menjadi melimpah.
  • Sistem alami adalah tidak linier.
  • Di alam, segala sesuatu dapat hancur secara alami.
  • Di sistem alami, segala sesuai adalah saling terhubung dan berevolusi melalui simbiosis.
  • Di alam air, udara, dan tanah adalah milik bersama, gratis dan berlimpah.
  • Di alam suatu proses akan menghasilkan manfaat berlipat ganda.
  • Sistem alami berbagi resiko. Setiap resiko merupakan pendorong inovasi.
  • Alam bersifat efisien. Bisnis yang lestari akan memaksimalkan materi dan energi yang tersedia yang pada akhirnya akan mengurangi beban harga pada konsumen.
  • Alam mencari tingkat yang optimal terhadap semua unsur.
  • Di Alam, segala yang buruk akan diubah menjadi baik. Masalah adalah kesempatan.
  • Alam mencari lingkup ekonomi. Suatu inovasi alami akan membawa manfaat untuk banyak pihak.
  • Mencukupi kebutuhan dasar dengan apa yang Anda miliki akan mendorong inovasi yang diilhami oleh alam.

Prinsip-prinsip Ekonomi Biru terlihat sangat mendasarkan pada aspek fisik (alam) dengan tidak terlalu melihat aspek sosial/budaya. Aspek sosial/budaya ini mungkin ‘dipaksa’ untuk mengikuti sistem alami juga. Di banyak kasus faktor manusia menjadi faktor yang paling menentukan. Manusia yang memahami sistem alam dan mau menerapkannya adalah modal pengelolaan sumberdaya alam yang paling baik.

be rlContoh penerapan konsep Ekonomi Biru adalah dalam budidaya dan pengolahan rumput laut. (berlanjut…)

Leave a Reply